Nah, kali ini gue mau cerita,
boleh yaa, dikit aja kok. Cekiwir! Trek!
Di
dalam got yang gelap hiduplah dua ekor tikus yang saling bersaudara. Suatu saat
kedua ekor tikus ini melihat sebuah roti keju dari lubang sebuah selokan.
Tikus-tikus ini ingin sekali memakannya tetapi sayang lubang selokan itu
tertutup oleh jeruji besi yang sangat kuat.
Kedua
tikus ini berusaha sekuat tenaga untuk menghancurkan jeruji besi itu dengan
gigi-gigi mereka yang tajam tetapi gigi mereka mulai rusak karena jeruji besi
itu terlalu keras bagi gigi mereka yang kecil.
Kedua
ekor tikus ini kecapaian, dan butuh istirahat. Tikus pertama berkata dalam
hatinya: "Aku tidak akan menyerah, setelah ini aku akan menghancurkan
jeruji besi itu dengan sekuat tenagaku. Pantang menyerah adalah pangkal dari
keberhasilan!"
Tikus
kedua termenung dan berpikir : " Aku akan kehilangan semua gigiku jika aku
nekat menggigiti jeruji itu. Ada baiknya kalau aku mengambil jalan lain saja
untuk mendapatkan roti keju itu."
Setelah
beristirahat sejenak, tikus pertama mulai menggigiti lagi jeruji besi itu
dengan sekuat tenaga sedangkan tikus kedua mundur diri dari usahanya. Melihat
tikus kedua mundur diri tikus pertama mulai mengejek saudaranya itu katanya :
"Kamu itu sifatnya mudah menyerah dan tidak ulet bekerja, mana mungkin
kamu bias berhasil dalam kehidupanmu?" Tikus kedua tidak mempedulikan
ejekan saudaranya, dia mundur mencari jalan lain ke tempat roti keju itu.
Akhirnya
tikus kedua berhasil memperoleh jalan ke tempat roti keju itu sedangkan tikus
pertama kelelahan dan hancur giginya karena menggigiti jeruji besi itu.
Teman-teman
cerita ini merupakan cerita yang agak kontradiktif tetapi yang ingin
disampaikan dari cerita ini adalah hendaklah kita memakai kejelian dan
kecerdasan kita untuk memecahkan masalah kita dan bukan hanya mengandalkan
keuletan dan kerajinan kita untuk bekerja. Pantang menyerah cukup baik, tetapi
jika tanpa kecerdasan semuanya sia-sia, maka pakailah kecerdasan kita.
Salam Black and Blue.