Untuk
kamu yang tinggal di Indonesia, jelas dong sinetron ini adalah hal yang sering
banget dijumpai di kehidupan kamu. Pulang kantor ato kampus abis macet-macetan
ngelawan banjir, nyetel tipi, eh keluar tukang bubur-tukang buburan yang
ceritanya gak abis-abis. Kali ini gue mau memberikan kamu sebuah ilmu baru.
Mungkin
kamu bingung, kenapa sinetron tersebut bisa diproduksi sampai lebih dari 300an
episode. Kalau kamu yang bilang alesannya rating, kita kasih tau ke kamu, kita
juga udah tau. Tapi sebenernya, ada hal lain dibalik itu. Sebenernya, kalau
kamu jeli, sinetron itu ngajarin kamu banyak hal berguna dalam kehidupan loh.
Gak percaya?
Ibu Tiri Rata-Rata Jahat
Ini
beneran loh. Emang gak semua sih. Tapi ya masih ada chance 50-50 lah. Asal kamu
tau ya. Jahat disini bukan berarti kayak di pelem-pelem gitu, dimana tokoh
utamanya terus-terusan pengen dibunuh sampe disisipin racun dalem minuman ato
makanannya, padahal cuma obat pencahar. Jenis kejahatan disini bisa
macem-macem, tergantung dari point of
view kamu aja. Terus-terusan mencegah kamu pacaran juga bisa dibilang
jahat. Eh itu kalau ada yang mau sama kamu ya.
Bertemu Jodoh Itu Tak Kenal Tempat Dan Waktu
Kalau
suatu hari kamu lagi naik angkot, terus ketemu cewek cantik di depan kamu,
jangan berhenti untuk bermimpi bahwa suatu hari nanti dia adalah jodoh kamu!
Cara bertemu sama jodoh itu gak kenal waktu dan tempat kok. Bisa aja kamu
nabrak orang dan tau-tau dia jadi suami kamu. Jangan pernah lelah untuk
bermimpi!
Tokoh Antagonis Pasti Lebih Pinter
Beda
ya sama seri-seri luar negeri, dimana tokoh protagonisnya diceritakan lebih
cerdas. Kalau cerita series di luar, kebanyakan sih yang membuat si tokoh
antagonis itu licin biasanya karena kekuasaan, duit, dan lain sebagainya.
Sementara si tokoh protagonis selain diceritainnya baik, dia juga cerdas.
Makanya kadang alur ceritanya suka susah ditebak.
Sementara
kalau sinetron Indonesia? Agak jarang sih gue liat tokoh protagonis lebih
pinter dari tokoh antagonis. Biasanya si korban atau tokoh protagonis cuma
menang sabar dan hoki aja. Gak pernah sih gue liat ada sinetron Indonesia yang
tokoh protagonis nya ngalahin kelicikan tokoh antagonis dengan kecerdasan atau
kemampuan sendiri.
Makanya,
kamu ati-ati deh sama orang pinter. Bisa aja sebenernya mereka jahat.
Jangan Menyerap Informasi Setengah-Setengah
Ini
merupakan poin paling penting dari artikel ini. Sering banget tuh konflik dalam
sinetron kejadian karena ada miskom sederhana gitu. Kayak sampe nyaris cerai
sama istri/suami gara-gara pasangannya diliat berduaan sama cowok/cewek lain,
terus dilaporin sama orang lain yang berakibat salah paham. Padahal itu sodara
jauhnya yang dateng dari kampung. Cliché
banget yak.
Intinya,
kalau kamu mau bersuara atau kalau kamu menyerap suatu informasi jangan
setengah-setengah deh ya. Misalnya nih, kamu nemu suatu website humor tukang
nyindir yang nulis tentang pengendara motor, coba ditelaah dulu, itu artikel
sindiran atau artikel yang mendukung pengendara motor melakukan pelanggaran
lalu lintas?
Kira-kira
apa lagi ya? Yuk share di kolom komentar.
Salam Black and Blue.