Rabu, 25 Februari 2015

Kau tak tahu betapa ngantuknya aku
Bagai tatapan sinis mata yang beku
Rebahan lelah kan tidurkan aku

Walaupun kasur tak sempurna
Menghampiri ku seketika
Ku ingin kau tahu betapa ngantuknya aku

Kau tak tahu betapa ngantuknya aku
Masih merasa kantuk di bulan lalu
Ku pernah mengantuk setengah mati

Dan ku mengantuk, kantuk membekas
Bekas membuat, buat tertidur
Tertidur aku, ku kan selalu
Ku kan selalu ngantuk

Kau tawarkan ku sejuta mengantuk
Namun mengantuk itu tak pernah hilang

Ku ingin kau tahu betapa ngantuknya aku

Kau ingin mencolok mata yang ngantuk
Tak hanya ada karena bulan lalu
Tapi masih ada mengantuk bagi yang tidur


Inspired by: Joeniar Arief - Rapuh

@marmutlicious

Selasa, 24 Februari 2015



Kalo kamu emang pecinta musik, apalagi musik Indonesia atau kamu tukang jual DVD di pasar dan terminal, pasti pernah dengar dan tau lagu ‘Aku Mah Apa Atuh’ yang dinyanyiin sama Cita Citato Citata. Kata-kata itu biasanya dipake kalo lagi ngeluh atau rendah diri, nganggep dirinya cuma sebutir gula di laut. Gak ada efeknya. Tapi jangan salah, kata-kata ini juga bias dijadikan buat tinggi hati alias pamer. Terserah apa aja yang dipamerin, yang penting pamer kayak dipameran. Ini dia.


Aku mah apa atuh, cuma..
Lelaki hina, bermodalkan cinta, tulus, kesetiaan kepadamu. Sebisanya kan ku senangkan kau selalu meski hanya dengan sebuah lagu.

Erick – Bermodalkan Cinta


Aku mah apa atuh, cuma..
Manusia bukanlah dewa,  yang kupunya hanyalah cinta kasih sayang.

Radja – Manusia Biasa


Aku mah apa atuh, cuma..
Manusia bodoh yang biarkan semua ini permainkanku berulang-ulang kali.

Ada Band – Manusia Bodoh


Aku mah apa atuh, cuma..
Manusia biasa yang tak sempurna dan kadang salah. Namun di hatiku hanya satu, cinta untukmu luar biasa.

Yovie and Nuno – Manusia Biasa


Aku mah apa atuh, cuma..
Lelaki yang tak pernah lelah mencari wanita. Aku adalah lelaki yang selalu gundah menunggu wanitaku.

Samsons – Naluri Lelaki


Aku mah apa atuh, cuma..
Pecinta wanita namun bukan buaya yang setia pada seribu gadis, ku hanya mencintai dia.

Irwansyah – Pecinta Wanita


Aku mah apa atuh, cuma..
Aku sayang padamu, aku cinta padamu, semua kan ku lakukan demi kebahagiaanmu.

Armada – Pergi Pagi Pulang Pagi


Aku mah apa atuh, cuma..
Aku tak ingin lagi dianggap lemah dan dianggap tidak berdaya. Aku ingin lagi hidup terkekang dengan hanya sedikit pilihan. Dengarkan aku berkata: Ku bukan makhluk lemah yang harus dimanjakan, ku bukan makhluk lemah yang selalu diperdaya. Makhluk lemah ini telah bermetamorfosa jadi kupu-kupu baja.

Captain Jack – Kupu-kupu Baja


Aku mah apa atuh, cuma..
Aku pasti bisa menikmati semua dan menghadapinya. Aku yakin pasti bisa.

Citra Scholastika – Aku Pasti Bisa


Aku mah apa atuh, cuma..
Inilah diriku yang ada untuk dirimu. Terimalah cintaku yang tulus dari hatiku. Dengarlah pintaku untukmu. Aku datang untuk mencintamu dan berikan hal yang terindah, ‘tuk menyayangmu, mendamaikan seluruh hidupmu.

Ungu – Aku Datang Untuk Mencintamu


Aku mah apa atuh, cuma..
Ku ingat saat itu, saat aku dan kamu bertemu. Ku yakin kaulah dewiku.

HiVi – Selalu Di Hati


Aku mah apa atuh, cuma..
Ku akui ku terlalu liar ‘tuk di miliki. Walau begitu semua hanya persinggahan egoku, sikapmu telah merobohkan aku.

Sheila On 7 – Terimakasih Bijaksana


Aku mah apa atuh, cuma..
Kata-kata yang kusimpan di sini sebenarnya: Takkan kuizinkan kau ‘tuk pergi hingga nanti kita mampu berbagi, tetaplah di sini, temaniku hingga ujung nanti. Takkan kubiarkan engkau tersakiti dengan apa yang membuatmu perih. Percayalah kita hidup hingga akhir nanti.

Still Virgin – Alasan Aku Tersenyum


Aku mah apa atuh, cuma..
Ternyata, ternyata aku salah, salah sangka kepadamu, ku terlalu cemburu. Ternyata, ternyata kamu benar, benar setia kepadaku. Terima kasih cinta, ku yakin love is you.

3 Composer – Salah Benar


Aku mah apa atuh, cuma..
Inilah diriku dengan melodi untukmu. Dan bila aku berdiri tegak sampai hari ini, bukan karna kuat dan hebatku. Semua karena cinta. Aku sayang padamu

Joy Tobing – Semua Karena Cinta


Aku mah apa atuh, cuma..
Wajahku tak tampan, tapi cukup jantan. Badanku tak tegap tapi mantap. Rasanya, aku pria idamanmu. Rasanya, aku pria pujaanmu karena aku kan selalu memikirkanmu setiap waktu, karena aku kan selalu menyayangimu memanjakanmu.

BIP – Pria Idaman


Aku mah apa atuh, cuma..
Punya rumah real estate, rumahku banyak, harta melimpah. Orang memanggilku bos eksekutif, tokoh papan atas, atas segala. Asik!!!

Iwan Fals – Bento


Salam Black and Blue.


Telah kuperhatikan kaca itu, penuh retakan, dan ku lihat bayanganku tak sempurna. Tercipta di otak ku rasa keingintahuan akan retakan kaca itu. Ku selalu ingin tahu apa dan bagaimana kaca itu sampai menciptakan retakan. Entah kaca rumah, kaca cermin, kaca jendela tetangga, kaca spion motor, dan masih banyak lagi. Tak jarang orang mengatakanku kurang kerjaan atau kelenjehan atau semacamnya. Tapi memang sangat sulit kuhilangkan rasa penasaran, dan semua cemohan itu aku abaikan.

 “Pak, pak. Boleh tahu gak, kenapa kaca itu bisa retak?
 “Maaf, saya gak tahu lo mas!”
 “Oh, ya sudahlah, makasih ya pak” jawabku kepada seorang kondektur kereta.


Masih ku tatap kaca itu. Ku duduk disampingnya, di kursi penumpang kereta yang sederhana. Sejuta misteri terkandung di retakan itu. Terus kuperhatikan saja. Kereta masih terus berjalan, masih ku berusaha cari narasumber. Ku lihat penumpang kereta yang duduk tepat disampingku wajahnya pun mengundang seribu pertanyaan. Ini sudah setengah perjalanan, kuperhatikan dari tadi, ia tak pernah menampakkan ke jendela kereta, hal itu jelas membuatku penasaran.


“Maaf Mas, kalau boleh tahu, kenapa mas gak pernah menghadapkan wajah ke jendela, pemandangannya gak terlalu buruk kok?” tanyaku.
 “Trauma mas” jawabnya, tetap tidak menolehkan kepalanya.
 “Naik kereta kok trauma?” tanyaku lagi.
 “Enggak mas bukan keretanya, tapi kacanya, jika ku lihat kaca retak itu, pastilah kejadian yang sudah-sudah akan teringat kembali.”
 Diriku terkejut, langsung ku keluarkan pena dan buku catatan.
 “Kok bisa sih mas, memang kejadian apa yang membuat saudara trauma?”
 “Mas gak perlu tahu!”
 “Oh.. ya sudahlah makasih” jawabku pasrah.


Baru kali ini, kutemukan seseorang yang trauma dengan retakan kaca. Orang ini hampir sama sepertiku, memiliki hal yang aneh tentang kaca. Orang ini kulihat sangat berkeringat, bahkan bajunya telah di banjiri karenanya. Ku pandangi saja orang itu, orang itu malah membelakangi wajahku dan menunduk.


Sebentar lagi, kereta ini akan berhenti di pemberhentian stasiun pertama. Ternyata orang yang trauma dengan retakan kaca itu turun di stasiun pemberhentian pertama. Sengaja, orang itu ku ikuti dari belakang, ku mulai curiga dengannya, langkahnya kakinya semakin cepat, ku iringi langkah cepatnya itu, ku lihat di tangan kirinya, sebuah arloji dengan kaca retak. Ternyata, ia bohong, ku kejar lelaki misterius itu.


Langkahku cepat, ku berlari bagaikan cheetah, ku desak orang itu. Ku sergap ku remas kerah bajunya.

 “Kau bohong! Kau tak trauma kan dengan kaca retak”
 “Sudah terlambat” jawabnya.
 “Apanya?”
 “Bom itu segera meledak!!”
 “Bom, dimana?! Harusnya ku curiga dari awal!”
 “Aku meletakkannya tepat di bawah kursi salah satu penumpang”



Ingin ku hantam wajah pembohong itu lewat kepalan tanganku tetapi bom itu melupakan segalanya. Untungnya kereta itu belum berangkat, tepat sekali ketika ku taiki kereta itu, kereta itu jalan. Kuperingatkan para penumpang akan bom itu, mereka teriak histeris dan ada sebagian yang mencari bom itu, seolah-olah mereka sangat mempercayaiku.

 “Semuanya! Harap tenang, tolong carikan bom itu!!!” teriakku. Aku tak tahu bom itu akan meledak kapan, kucari bom itu di setiap kursi penumpang. Ku bungkukkan, ku tundukkan kepalaku ke setiap kolong kursi penumpang.
 “Aku, mendengar suara bom itu! Iya! Bom itu ada di gerbong sini!” teriak salah satu penumpang kereta. Sebagian penumpang sibuk mencarinya. Kutiarapkan badan ini, kuulihat di sudut gerbong sebuah paket misterius. Kudekati paket itu.
 “Semua! Harap diam! Dengar suara ini!”


Kudekatkan suara yang berdetak itu, ku raih benda itu, sangatlah berat. Lalu ku buka paket itu, ternyata benar! Paket itu berisi bom.

 “Apakah ada yang bisa menjinakkan bom disini!” teriak ku.


Tak ada satu penumpang yang merespon jawabanku.

 “Hubungi masinis! Hubungi!” teriak ku. Tak lama kemudian kereta berhenti, masinis lengkap dengan gentakan kakinya yang kuat, menghampiri bom itu.
 “Aku tak tahu cara menjinakkannya, tapi aku tahu cara agar kita selamat, 2 km lagi adalah kawasan hutan, kita akan melemparkan bom itu disana!” jelas masinis.
 “Aku tak setuju! Bagaimana jika sebelum sampai kawasan itu, bom itu meledak!” ujar salah satu penumpang. Tampaknya penumpang yang lainnya juga berpendapat sama, kecuali aku.
 “Sudah! Percayakan masinis!! Biarkan gerbong ini kosong dulu, kita akan pindah ke gerbong yang lainnya untuk sementara” tampaknya perkataanku didengarkan beberapa penumpang, mereka semua setuju.



Suasana menjadi sangat genting, semua orang telah mengangkat setengah dada dengan tangannya masing-masing. Kereta semakin lambat, kereta mulai memasuki kawasan hutan, masinis dengan sigap datang menghampiri bom itu, dengan cekatan bom itu berhasil di buang ke hutan. Masinis kembali ke tempat kursinya dengan cepat.

 “Ayo! Pak cepat! Kalau tidak kita akan dapat dampak ledakannya!”.


Masinis itu terus berlari menuju kursinya. Kereta mulai berjalan dengan perlahan, di tengah ketegangan dan di bawah sinar matahari yang panas menambah keadaan semakin risau. “Daamm” bom itu meledak, kaca kereta menciptakan serpihan-serpihan dari ledakan. Beberapa orang terluka, termasuk aku. Ketegangan mulai mereda, kudengar sirine ambulan di stasiun pemberhentian ke-dua sudah menanti. Jika saja aku tak sama sekali penasaran dengan retakan kaca, media akan meliputi bangkai kami. Aku pun tak sadar semuanya berawal dari hal biasa menjadi luar biasa. Tandu menjemputku, beberapa serpihan kaca menancap di tubuhku, sejenak ku terbayang akan wajah teroris itu.


Seorang oknum polisi menghampiriku.

 “Selamat! Kau telah menyelamatkan puluhan nyawa! Memang, akhir-akhir ini sering terjadi teror! Besok aku tunggu penjelasanmu mengenai ciri-ciri teroris tersebut.” Aku hanya menganggukkan kepala menandakan iya, aku tak yakin apakah diriku akan tetap penasaran setiap ada kaca yang menciptakan retakan. Aku tak tahu pasti akan hal itu, yang aku tahu adalah sejumlah kisah dari setiap retakan.




Salam Black and Blue.

Jumat, 20 Februari 2015


Tipis? Apaan tuh? Sesuatu yg crispy? Dompet? Atau bersayap?

Membacanya saja udah ambigu, gimana mau nembak ngerti.

Udah ah, langsung aja.


Beda tipis, itu..

Antara bangga dan angkuh.
Antara cool dan sombong.
Antara hemat dan pelit.
Antara apa adanya dan ada apanya.
Antara cerdik dan licik.
Antara temen dan demen.
Antara pinter dan sok tau.
Antara teman tapi mesra dan friendzone.
Antara gebetan dan supirzone.
Antara tegas dan marah.
Antara bijaksana dan pilih kasih.
Antara displiner dan diktator.
Antara beruntung dan anak emas.
Antara benci dan perhatian.
Antara tulus dan modus.
Antara senang dan sedih.
Antara selalu tertawa ceria dan gila.
Antara sixpack dan maho.
Antara berlari dan jalan cepat.
Antara ada dan tiada.
Antara vampire dan nyamuk.
Antara typo dan jari kebesaran/tombol kekecilan.
Antara pacar dan acar.
Antara tahu dan tahi.
Antara rumah dan ramah (bagi anak alay)
Antara murah, merah, dan marah (bagi anak alay)
Antara apa boleh buat dan apa boleh baut.
Antara kira-kira apa lagi ya? Yuk share di kolom komen.



Salam Black and Blue.

Kamis, 05 Februari 2015



Seorang sahabat pernah menuturkan sebuah kisah menarik mengenai kehidupan seorang tukang sampah dan gerobaknya di sebuah kota mega metropolitan. Dikisahkan bahwa di sebuah gang buntu di sebuah komplek perumahan mewah, hiduplah seorang tukang sampah yang bertugas mengumpulkan sampah-sampah warga gang kecil dan buntu tersebut. Awalnya, semua warga senang dengan kehadiran tukang sampah tersebut. Selain ramah, tukang sampah tersebut juga tidak pernah meninggalkan tempat sampah warga dalam keadaan berantakan. Ia melakukannya dengan sungguh-sungguh walaupun, menurut laporan warga sekitar, ia sering menerima gaji dari ketua rukun tetangga (RT) tidak sesuai dengan perjanjian awal, baik menyangkut jumlah gaji ataupun mengenai waktu pemberian.


Namun, setelah jumlah warga bertambah banyak dan tentunya berpengaruh terhadap sampah yang ada di sekitar warga tersebut, permasalahan pun bermunculan. Kehadiran tukang sampah menimpulkan pro dan kontra.


Kaum Bapak melakukan protes terhadap ketua RT. Mereka mengeluhkan kedatangan tukang sampah pada pagi hari di saat mereka sedang bersiap-siap pergi ke kantor. Bau busuk dan pemandangan tak mengenakkan mata ketika akan berangkat kerja, menurut keluhan kaum Bapak, sering mengurangi semangat kerja mereka. Mereka meminta agar tukang sampah tersebut diberhentikan.


Dengan tenang ketua RT menjawab, “Tidak mungkin kita memberhentikan tukang sampah itu. Siapa yang akan memungut sampah di lingkungan ini. Toh, bapak-bapak semua tidak mempunyai waktu untuk bergotong royong setiap minggu akibat aktivitas masing-masing! Kita cari solusi yang lain saja. Jangan memecat tukang sampah tersebut!”


Setelah berpikir lama, akhirnya Bapak-bapak memaklumi kehadiran tukang sampah tersebut. Namun, mereka tetap memikirkan agar kehadiran tukang sampah tersebut tidak di waktu mereka berangkat kerja. Walhasil, diputuskanlah, kehadiran tukang sampah tersebut dipindah di siang hari agar kaum Bapak semangat menjalani aktivitasnya masing-masing.


Terbukti! Bapak-bapak yang tinggal di lingkungan tersebut bekerja dengan baik. Tidak ada lagi keluhan dalam beberapa hari setelah perbincangan dengan ketua RT.


Namun, tidak demikian dengan Ibu-ibu komplek. Setelah saling mengetahui keluhan bersama, salah seorang ibu komplek mendatangi ketua RT sebagai perwakilan. Kaum Ibu terganggu akibat kehadiran tukang sampah tersebut. Bau busuk dan pemandangan kotor dari gerobak sampah mengganggu aktivitas gosip para ibu. Mereka meminta agar waktu kedatangan si tukang sampah diubah menjadi sore hari … dan ketua RT pun menyetujuinya.


Selang beberapa hari setelah pergantian waktu tugas tukang sampah, anak-anak komplek perumahan tersebut mengeluh kepada ibu bapaknya. Mereka terganggu ketika bermain bola di jalan akibat gerobak sampah. Hanya bermain bola di jalan yang bisa mereka lakukan mengingat tidak ada lapangan, dan permainan ini harus diganggu oleh aktivitas tukang sampah dan gerobaknya. Keluhan tersebut kembali disampaikan kepada ketua RT.


Setelah merundingkan dengan semua warga beserta kepentingan masing-masing, ketua RT akhirnya menyuruh tukang sampah tersebut untuk mengambil sampah pada malam hari ketika seluruh warga tertidur. Ini untuk kemaslahatan seluruh warga. Dan, dengan senyuman tukang sampah tersebut pun menyetujuinya.


Seluruh warga akhirnya dapat menjalani aktivitas masing-masing dengan nyaman. Tidak ada sampah di jalanan. Begitu juga dengan bau sampah yang biasanya tercium dari radius beberapa meter.


Hingga suatu pagi nan cerah, warga mencium bau sampah kembali. Terlihat di ujung gang, gerobak sampah terletak begitu saja. Warga mendekati gerobak tersebut ingin mengetahui apa yang telah terjadi. Terlihat, tukang sampah tersebut terkulai berdarah akibat dipukuli pemuda komplek yang bermain gitar di malam hari.



Salam Black and Blue.

Artikel Populer

Tags

Main of Articles