Dulu,
beberapa hari yang lalu, aku punya ide, sebuah ide yang ku anggap batu akik
brilian. Di dalamnya terdapat sebuah cerita yang ku ciptakan secara spontan.
Sebuah cerita yang takkan ada habisnya untuk berkembang biak dikembangkan.
Namun pahitnya, aku lupa, lupa untuk menuangkannya. Menuangkan semua yang ada di
kepalaku dalam beberapa helai kertas atau menggoresnya pada perangkat lunak.
Aku
semakin tak mengerti, kenapa ide tersebut bisa pergi begitu saja sesuka
hatimu uwoo disaat aku yakin aku akan mengingatnya dengan pasti untuk
beberapa waktu ke depan. Mungkin memang ide itu pergi dengan begitu cepatnya
seperti saat ia melintas dalam pikiranku. Lewat begitu saja layaknya aliran air
yang deras. Ia takkan pernah kembali, apalagi melawan arus. Walaupun ada dan
muncul kembali, itu takkan pernah sama. Takkan pernah. Harusnya aku segera
membuat jalur bus way kecil agar ia bermuara ke waduk atau paling tidak,
aku menimbanya dengan gayung dan ember sedikit demi sedikit lalu menampungnya
dalam sebuah tempayan.
Sudah,
sudah kulakukan. Sudah ku timba ide itu dengan nenek gayung dan
menuangkannya ke dalam beberapa ember yang cukup besar. Namun, aku terlalu
meremehkannya. Tak ku sangka ide yang ku tampung itu berceceran dan tumpah
hingga habis saat perjalanan pulang. Tak ada lagi yang akan aku tampung di
tempayan ku kelak walaupun masih ada tersisa beberapa tetes di emberku dan
beberapa liter di tempayanku sana.
Tertegun
sejenak. Berpikir dengan cepat. Berpikir untuk menemukan ide dalam menampung
kembali ide yang tersisa. Ku ambil buluh sebatang semua emberku dan ku
gabungkan, ku tuangkan semua yang tersisa pada satu ember. Kali ini aku takkan
mengulangi kesalahan yang sama lagi. Dan sekarang seumber air sudekat aku
harus mencapai tempayanku tanpa kekurangan air di emberku. Walaupun ide yang
akan ku tampung tak sesuai lagi ceritanya, tak sebrilian yang pertama, tak
seperti yang ku pikirkan tadi, setidaknya ada beberapa alur yang tersisa dan
akan ku kembangkan sekuat tenaga dengan ide-ideku yang baru saat aku tiba dengan
awan kinton di tempayanku kelak.
Dari
ideku ini, aku mendapat pelajaran yang begitu penting. Jangan abaikan sesuatu
yang baik saat ia datang menghampirimu. Jangan menganggap remeh hal yang
menurutmu mudah dijaga. Sekecil apapun itu, segampang apapun itu, selemah
apapun itu, se-tidak keren-nya itu, seperti apapun itu. Harus kamu pegang erat
dan simpan segera. Jangan main judi biarkan datang begitu saja tanpa ada
tujuan. Jangan menunda sesuatu untuk dikerjakan, jangan tunda, jangan
tundaaa, lah jadi nyanyi biarkan pergi begitu saja dengan membawa harapan
dan penyesalan. Jangan-jangan kau menolak cintaku, aselole, joss. Jangan
berhenti berkreasi dan berinovasi, karna imajinasi tak pernah mengenal aturan
dan batas.
Salam Black and Blue.