Senin, 01 Juni 2015

 Juni 01, 2015      

Dulu, beberapa hari yang lalu, aku punya ide, sebuah ide yang ku anggap batu akik brilian. Di dalamnya terdapat sebuah cerita yang ku ciptakan secara spontan. Sebuah cerita yang takkan ada habisnya untuk berkembang biak dikembangkan. Namun pahitnya, aku lupa, lupa untuk menuangkannya. Menuangkan semua yang ada di kepalaku dalam beberapa helai kertas atau menggoresnya pada perangkat lunak.


Aku semakin tak mengerti, kenapa ide tersebut bisa pergi begitu saja sesuka hatimu uwoo disaat aku yakin aku akan mengingatnya dengan pasti untuk beberapa waktu ke depan. Mungkin memang ide itu pergi dengan begitu cepatnya seperti saat ia melintas dalam pikiranku. Lewat begitu saja layaknya aliran air yang deras. Ia takkan pernah kembali, apalagi melawan arus. Walaupun ada dan muncul kembali, itu takkan pernah sama. Takkan pernah. Harusnya aku segera membuat jalur bus way kecil agar ia bermuara ke waduk atau paling tidak, aku menimbanya dengan gayung dan ember sedikit demi sedikit lalu menampungnya dalam sebuah tempayan.


Sudah, sudah kulakukan. Sudah ku timba ide itu dengan nenek gayung dan menuangkannya ke dalam beberapa ember yang cukup besar. Namun, aku terlalu meremehkannya. Tak ku sangka ide yang ku tampung itu berceceran dan tumpah hingga habis saat perjalanan pulang. Tak ada lagi yang akan aku tampung di tempayan ku kelak walaupun masih ada tersisa beberapa tetes di emberku dan beberapa liter di tempayanku sana.


Tertegun sejenak. Berpikir dengan cepat. Berpikir untuk menemukan ide dalam menampung kembali ide yang tersisa. Ku ambil buluh sebatang semua emberku dan ku gabungkan, ku tuangkan semua yang tersisa pada satu ember. Kali ini aku takkan mengulangi kesalahan yang sama lagi. Dan sekarang seumber air sudekat aku harus mencapai tempayanku tanpa kekurangan air di emberku. Walaupun ide yang akan ku tampung tak sesuai lagi ceritanya, tak sebrilian yang pertama, tak seperti yang ku pikirkan tadi, setidaknya ada beberapa alur yang tersisa dan akan ku kembangkan sekuat tenaga dengan ide-ideku yang baru saat aku tiba dengan awan kinton di tempayanku kelak.


Dari ideku ini, aku mendapat pelajaran yang begitu penting. Jangan abaikan sesuatu yang baik saat ia datang menghampirimu. Jangan menganggap remeh hal yang menurutmu mudah dijaga. Sekecil apapun itu, segampang apapun itu, selemah apapun itu, se-tidak keren-nya itu, seperti apapun itu. Harus kamu pegang erat dan simpan segera. Jangan main judi biarkan datang begitu saja tanpa ada tujuan. Jangan menunda sesuatu untuk dikerjakan, jangan tunda, jangan tundaaa, lah jadi nyanyi biarkan pergi begitu saja dengan membawa harapan dan penyesalan. Jangan-jangan kau menolak cintaku, aselole, joss. Jangan berhenti berkreasi dan berinovasi, karna imajinasi tak pernah mengenal aturan dan batas.



Salam Black and Blue.




Artikel Populer

Tags

Main of Articles