Ketika sebuah momen,
di mana kamu dan aku terjebak dalam panasnya hati, kerasnya emosi.
Kita berpisah, menjauh,
berlainan arah.
Kamu bertanya kepadaku.
Kenapa kita seperti ini?
Kenapa kita harus berpisah?
Aku hanya bisa diam saat
mendengar pertanyaanmu.
Aku tak tahu apakah aku
harus memberi sebuah alasan untuk itu.
Kamu mungkin mengira, aku
ini tidak sebaik dulu, tidak seromantis dulu.
Tapi kamu harus tahu satu
hal,
kamu harusnya sadar siapa sebenarnya memulai pertengkaran yang berujung pada perpisahan ini.
kamu harusnya sadar siapa sebenarnya memulai pertengkaran yang berujung pada perpisahan ini.
Kamu terus bertanya dan
bertanya hingga kamu menangis terduduk.
Dan aku tetap diam
membisu.
Haruskah aku menjawab
pertanyaanmu itu?
Aku hanya menjawab ‘ya’.
Lalu kamu bertanya lagi.
Kenapa kamu hanya menjawab seperti itu?
Aku butuh alasanmu.
Aku kembali terdiam.
Dalam hatiku, aku
bergumam.
Bukannya aku tak punya
jawaban dan tak punya alasan.
Tetapi,
aku tak ingin kamu
semakin terjatuh, semakin menangis,
dan semakin tersakiti oleh kalimat yang akan keluar dari hatiku ini.
dan semakin tersakiti oleh kalimat yang akan keluar dari hatiku ini.
Lebih baik begini, lebih
baik tidak pernah kukatakan.
Mungkin akan menjadi lebih
rumit jikalau aku memberikan alasanku kepadamu.
Aku mencoba menghampirimu lalu memeluk dan berbisik padamu.
Sudahlah, jangan menangis.
Kamu tidak perlu tahu
alasanku mengapa aku menjauh darimu.
Bukan karena aku
mempermainkan dirimu dan bukan karena aku tak mencintaimu.
Dalam hatiku, ini semua karena dirimu sendiri.
Kuberanikan diri melepas
pelukanku kemudian aku menatap matamu.
Cobalah kamu lihat ke
belakang dan lihat dirimu pada saat itu.
Apakah sama yang kamu
perbuat kepadaku setelah aku membahagiakanmu?
Kamu sebenarnya egois.
Kita memang harus begini; berpisah dan saling merelakan.
Kelak, suatu saat nanti,
setelah kamu sudah sembuh dari perihmu,
sudah bisa merelakan aku dan ingin tahu apa alasanku waktu itu agar kamu meninggalkanku.
Akan kuberitahu segalanya tanpa peduli bekas luka yang pernah kamu ukir.
sudah bisa merelakan aku dan ingin tahu apa alasanku waktu itu agar kamu meninggalkanku.
Akan kuberitahu segalanya tanpa peduli bekas luka yang pernah kamu ukir.
Berdoalah agar kita
dipertemukan untuk menjawab semua itu.
Dan mungkin, ketika masa itu tiba, kamu sudah bersama yang lain.
@marmutlicious